Mengulik Penggantian Baterai Jadi Sorotan, Biaya Mobil Hybrid dan EV Tembus Ratusan Juta

Topik “penggantian baterai” sedang menjadi perhatian publik setelah ramai dibahas di media otomotif dan masuk tren pencarian Google. Kekhawatiran masyarakat terutama muncul karena biaya penggantian baterai kendaraan listrik dan hybrid ternyata tidak murah. Beberapa produsen otomotif mulai membuka informasi resmi mengenai harga baterai agar konsumen memahami biaya kepemilikan kendaraan elektrifikasi dalam jangka panjang.

Struktur Baterai Jaecoo J7-SHS
Struktur Baterai Jaecoo J7-SHS (autonetmagz.com)

Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah biaya penggantian baterai mobil listrik merek Jaecoo. Jaecoo Indonesia mengungkapkan bahwa harga penggantian baterai untuk beberapa model kendaraan elektrifikasinya bisa mencapai lebih dari Rp100 juta. Bahkan untuk model tertentu, estimasi biaya penggantian baterai disebut menyentuh Rp174 juta tergantung kapasitas dan tipe kendaraan. Transparansi ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran calon konsumen terkait umur baterai kendaraan listrik.

Di sisi lain, Toyota juga memberikan penjelasan mengenai biaya penggantian baterai pada Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. PT Toyota Astra Motor menyebut biaya penggantian baterai assembly untuk Innova Zenix Hybrid berada di kisaran Rp48 juta untuk satu paket utuh. Toyota menegaskan bahwa baterai tidak dijual per modul karena mempertimbangkan faktor keamanan dan performa sistem hybrid.

Bagan Baterai Innova Zenyx
Bagan Baterai Innova Zenyx (inews.id)

Meski angka tersebut terlihat besar, Toyota menekankan bahwa konsumen tidak perlu terlalu khawatir karena baterai hybrid mereka sudah dilengkapi garansi hingga 8 tahun atau 160.000 kilometer. Dengan adanya garansi panjang ini, risiko kerusakan berat pada masa awal penggunaan dianggap cukup kecil. Sebelumnya, biaya penggantian baterai Innova Zenix Hybrid sempat diperkirakan berada di kisaran Rp30 jutaan ketika pertama kali diluncurkan pada 2022.

Fenomena mahalnya biaya penggantian baterai juga memengaruhi pasar mobil listrik bekas. Banyak konsumen masih ragu membeli kendaraan listrik bekas karena khawatir kondisi baterai sudah menurun dan biaya penggantian terlalu mahal. Diskusi di komunitas otomotif online menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap umur baterai menjadi salah satu alasan utama harga mobil listrik bekas cepat turun.

Selain kendaraan, pencarian mengenai penggantian baterai lithium untuk perangkat elektronik juga meningkat. Banyak pengguna mulai mencari panduan mengganti baterai lithium secara mandiri karena perangkat lama masih layak digunakan. Namun penggantian baterai lithium harus dilakukan dengan hati-hati. Pengguna perlu memastikan ukuran, voltase, dan kapasitas baterai sesuai dengan perangkat. Selain itu, kualitas baterai pengganti juga penting karena baterai lithium berkualitas rendah berisiko cepat rusak bahkan menggelembung.

Secara umum, biaya penggantian baterai kendaraan listrik di Indonesia memang masih tergolong tinggi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah tergantung merek dan teknologi yang digunakan. Namun perkembangan teknologi baterai dan meningkatnya produksi kendaraan listrik diperkirakan akan membuat harga baterai semakin turun dalam beberapa tahun mendatang.

Post a Comment for "Mengulik Penggantian Baterai Jadi Sorotan, Biaya Mobil Hybrid dan EV Tembus Ratusan Juta"